Liga KG
Beranda / Berita / Berita Detail

Jalani Uji Coba Melawan Tim Topskor, Tim LKG-SKF Unggul 3-2

Latih tanding sebagai salah satu materi pemusatan latihan Tim LKG-SKF menuju Gothia Cup 2017.

Sebagai penutup program pemusatan latihan di Bandung, Tim LKG-SKF melakoni pertandingan uji coba melawan tim Topskor. Bertarung di Lapangan Footbal Plus, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tim LKG SKF berhasil mengungguli lawannya dengan skor 3-2, 9 Juli 2017 lalu.

Dalam pertandingan ini, LKG-SKF sempat tersentak oleh gol Ilham, namun berhasil disamakan lewat aksi Zico dan malah berbalik unggul 2-1 setelah Adam berhasil menjebol gawang tim Topskor. Kedudukan sempat berubah menjadi imbang oleh gol Aji, namun  kemudian LKG-SKF berhasil tampil sebagai pemenang lewat gol kedua dari Zico.

Pelatih LKG-SKF, Tiastano Taufiq mengatakan banyak sekali perkembangan yang ditunjukan oleh anak asuhnya. Secara keseluruhan para pemainnya sudah mulai memahami apa yang dia instruksikan.

Di luar persoalan teknis, Tiastano cukup gembira karena pemusatan latihan ini juga mulai membuahkan hasil. Selain pembentukan sikap, juga kesiapan para pemain LKG-SKF yang sudah beradaptasi dengan cuaca dingin serta lapangan rumput sintetis yang bakal dihadapi nanti pada saat di Swedia.

“Banyak progres yang kita dapat, kebersamaan kedisiplinan. Empat hari sangat berharga dan di sana kita main lapangan seperti ini. Udara dapat dan taktik kita dapat, terlepas ada kesalahan yang bisa kita perbaiki nanti, itu normal,” kata Tiastano.

Tiastano mengungkapkan, sekalipun dalam pertandingan uji coba ini berhasil memenangkan pertandingan, namun tim LKG-SKF masih terdapat beberapa kekurangan. Salah satunya, di sektor full back dinilainya belum optimal, sehingga dia harus mencoba berbagai alternatif. Dia pun mencoba memaksimalkan pemain sayap untuk menambal kekurangan tersebut.

“Di sektor bek kanan dan bek kiri masih kurang, tapi alternatif untuk siapa di situ kita sudah meracik. Pastinya kita pakai empat bek, karena kita mungkin pakai 4-3-3 atau bisa 4-3-2-1,” ujarnya.

Dari kubu tim lawan, pelatih tim Topskor, Oki Suyono cukup puas dengan penampilan anak didiknya, karena walaupun usianya lebih muda satu tahun, namun dia melihat pemain Topskor cukup tenang dan berani untuk memainkan bola.

Hanya saja, Oki mengaku dalam pertandingan persahabatan ini pemain Topskor masih kurang dalam hal stamina. Sehingga hal ini berdampak para pemainnya kerap melakukan kesalahan mendasar yang akhirnya bisa dimanfaatkan oleh anak-anak LKG-SKF.

“Kalau organisasi kita masih kurang pas dari kemarin yang kita lakukan baru berjalan 60 persen, memang perlu penambahan dari stamina lebih prima, kalau teknik dan skill individu udah baik. Kalau lihat permainan hari ini bagus puas, tapi gol (karena) kesalahan mendasar,” ujar Oki setelah pertandingan uji coba tim LGK-SKF.

BERITA TERKAIT
Komentar
Berita Populer