October 30, 2017

ASIOP Apacinti ditahan imbang Buperta Cibubur

  • Share On

Liga Kompas Gramedia Panasonic U-14 Pekan 12

 

Memasuki pekan 12, para kesebelasan masih bermain dengan semangat yang tinggi untuk memenangkan setiap pertandingan. Strategi diatur sedemikian rupa oleh para pelatih masing-masing kesebelasan agar tak tertinggal jauh dalam perolehan angka. Beberapa pelatih mengatakan bahwa masa-masa krusial kesebelasan yang bertanding adalah saat memasuki menit-menit akhir babak pertama dan menit-menit awal babak kedua. Di masa krusial itu menurut beberapa pelatih, kebobolan gol bisa saja terjadi yang mengakibatkan kekalahan tim. Maka dari itu menerapkan strategi dengan merotasi pemain adalah penting demi menjaga stabilitas permainan tim dalam meraih kemenangan. Berikut laporan beberapa pertandingan yang berlangsung 29 Oktober 2017 di GOR Ciracas.

 

Siaga Pratama vs Cibinong Raya

Siaga Pratama vs Cibinong Raya

Ini adalah pertandingan derby. Siaga Pratama meladeni tim sekota Cibinong Raya. Bermain lepas dalam menjaga tren positif di setiap pertandingan, Cibinong Raya mampu memenangi pertandingan dengan skor 1-0 melalui Dwi Putra Pratama (14) di menit 21. Siaga Pratama sendiri sebenarnya juga tidak bermain buruk. Para pemain punya semangat juang tinggi dalam mendobrak lini pertahanan Cibinong Raya. Bahkan di babak kedua Siaga Pratama bisa dikatakan menguasai pertandingan. Menanggapi kekalahan ini, Pelatih Siaga Pratama Abdu Shobur mengatakan bahwa timnya sudah bermain bagus walau hasil akhir pertandingan tidak menggembirakan bagi timnya. “Anak-anak sudah bermain bagus, dan hasil akhir memang tidak begitu menggembirakan, dan jujur saja Siaga Pratama tidak mempunyai striker, putaran kedua kami akan mencoba mencari dan mempunyai striker,” jelasnya saat ditemui seusai pertandingan. Sementara Pelatih Cibinong Raya, Agus Supriyanto cukup senang dengan hasil akhir pertandingan ini. “Kami senang, anak-anak bermain sesuai dengan instruksi pelatih yaitu tetap fokus dan on fight, hingga akhirnya kami bisa memenangi pertandingan ini,” tuturnya.

Villa 2000 vs Pelita Jaya

Villa 2000 vs Pelita Jaya

Memainkan formasi 3-4-3, Villa 2000 memenangi pertandingan saat melawan Pelita Jaya. Tim asuhan Ferdiansyah ini bermain dengan percaya diri dan lancar. “Kami ingin bermain lancar dan percaya diri saja, mengantisipasi bola  long pass dari lawan adalah hal yang kami tekankan kepada rekan-rekan,” jelas kapten kesebelasan Priyanda Raka (18) saat ditemui sebelum pertandingan. Babak pertama  dimulai Pelita Jaya langsung mengurung pertahanan Villa 2000. Bukan hanya mengurung, bahkan mengancam dengan menciptakan kemelut di gawang lawan. Namun sayang penyelesaian yang kurang tenang dari pemain Pelita Jaya membuat gawang Villa 2000 tetap aman dari gol. Giliran Villa 2000 yang membombardir pertahanan lawan. Adalah Gibran Dewata Sujana (19) melakukan tembakan spekulasi kearah gawang lawan dengan keras, tapi bola berhasil ditangkap dengan baik oleh kiper Pelita Jaya. Babak pertama berakhir 0-0. Babak kedua baru berjalan lima menit. Tak ingin mengulangi kesalahan di babak pertama, Gibran Dewata Sujana (19) memecah kebuntuan dengan menciptakan gol ke gawang Pelita Jaya. Satu  gerakan indah dengan mengecoh penjaga gawang, Gibran melakukan tendangan lambung karena melihat penjaga gawang terlalu jauh dari gawangnya. Dan skor tetap 1-0 hingga babak kedua berakhir untuk kemenangan Villa 2000.

Talenta Muda FU 15 vs JFA

Talenta Muda FU 15 vs JFA

Talenta Muda FU 15 langsung melakukan pressing ke pertahanan JFA ketika peluit babak pertama dibunyikan. Bahkan langsung menciptakan sebuah sepak pojok di menit-menit awal tersebut. “Menyerang dan bertahan dengan baik adalah hal yang saya instruksikan kepada pemain,” tutur Rici Vauzi, Pelatih Talenta Muda FU 15 saat ditemui sebelum pertandingan. Sebagai pemuncak klasmen sementara, JFA juga tak ingin kecolongan angka dalam pertandingan ini. Dan walau penjaga gawang harus jatuh bangun bahkan akhirnya harus digantikan karena berbenturan dengan salah satu pemain Talenta Muda FU 15, JFA tetap tenang dalam menghadapi gempuran  pemain lawan. Menit 17, Pandu Mahardika (10) melesakan gol ke gawang Talenta Muda FU 15 melalui tendangan keras. Tujuh menit kemudian, Zikri Arifin Taulany (21) menambah kemenangan bagi JFA. Skor 2-0 hingga akhir babak pertama. Cemerlangnya penjaga gawang utama Talenta Muda FU 15 dan penjaga gawang pengganti patut diacungi jempol. Berjibaku dalam mengamankan gawangnya, karena pemain JFA semakin “menggila” dalam melakukan pressing ketika memasuki babak kedua. Amara Aditia (11) melesakkan gol ketiga bagi JFA di menit 47 dari tendangan jarak jauh. Dan Talenta Muda FU 15 memperkecil kekekalahan melalui Rifaldi Febriansyah menit 56. Skor 3-1 untuk kemenangan JFA hingga babak kedua usai.

Buperta Cibubur vs ASIOP Apacinti

Buperta Cibubur vs ASIOP Apacinti

Pertandingan menarik juga terjadi di laga keempat pekan 12 ini. Walau harus bermain imbang 1-1, pertandingan antara Buperta Cibubur melawan ASIOP Apacinti berlangsung dalam tempo cepat. Jual beli serangan antara kedua kesebelasan menjadi daya tarik tersendiri. “Kami ingin mendapat hasil yang maksimal di setiap pertandingan, dan tak ingin kecolongan juga di menit-menit krusial,” jelas M. Yayat Pelatih ASIOP Apacinti sebelum pertandingan dimulai.  Dan benar saja, babak pertama dimulai, ASIOP Apacinti langsung menggebrak jantung pertahanan lawan. Bahkan mendapat sebuah peluang emas dari titik pinalti karena salah satu pemain Buperta Cibubur handsball. Namun sayang bola berhasil dimentahkan oleh penjaga gawang Buperta Cibubur. Tidak terjadi gol dari tendangan pinalti tersebut, membuat Buperta Cibubur seolah mendapat angin, dengan menyerang balik pertahanan ASIOP Apacinti. Namun karena intercept pemain belakang ASIOP Apacinti  cukup bagus, serangan tim asuhan Jumari ini selalu kandas. Giliran ASIOP Apacinti melakukan serangan balik dan menghasilkan sepakan pojok. Bola disambut dengan tendangan kearah pojok mistar gawang oleh M Uchida Sudriman (2) dan menghasilkan gol di babak pertama bagi ASIOP Apacinti. Skor 1-0 hingga babak pertama usai. Memasuki  babak kedua, permainan menyerang kembali diperagakan oleh kedua kesebelasan. Terutama dari Buperta Cibubur. Seolah bermain tak kenal lelah dan tak mau kalah, para pemain terus melakukan pressing ke berbagai lini dari ASIOP Apacinti. Sebaliknya pemain belakang ASIOP Apacinti juga solid dalam melakukan penjagaan. Namun akhirnya benteng kokoh pertahanan ASIOP Apacinti runtuh juga. Menit ke 52, Zidan Wijaya Kusuma (8) melesakkan gol untuk menyamakan kedudukan 1-1 hingga peluit akhir babak kedua dibunyikan.

Teks dan Foto : Farid Syamsuri

  • Share On

Comment

No comments found.

Leave a reply

Got Something To Say:

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Didukung oleh