Liga KG
Beranda / Berita / Berita Detail

Kompetisi, Pembinaan, dan Sponsor

Pemain SSB Buperta Cibubur Adrian Maulana Ramadhan menerima penghargaan dan hadiah dari Tim Pemandu Bakat Universitas Negeri Jakarta Hadi Rahmadani sebagai terbaik bulan Januari dalam Liga Kompas Gramedia Panasonic U-14 di Stadion Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (5/2). Kompas/Priyombodo (PRI)

Pemain SSB Buperta Cibubur Adrian Maulana Ramadhan menerima penghargaan dan hadiah dari Tim Pemandu Bakat Universitas Negeri Jakarta Hadi Rahmadani sebagai terbaik bulan Januari dalam Liga Kompas Gramedia Panasonic U-14 di Stadion Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (5/2).
Kompas/Priyombodo (PRI)

Liga Kompas Gramedia Panasonic U-14 telah melewati 24 pekan. Kompetisi yang melibatkan 16 peserta sekolah sepak bola di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi ini menunjukkan persaingan ketat. Empat tim masih berpeluang juara dengan pertaruhan enam laga ke depan.

ASIOP Apacinti untuk sementara masih memimpin dengan nilai 57 meski pada hari Minggu (5/2) ditahan imbang, 1-1, Kabomania. Bina Taruna menguntit di posisi kedua dengan nilai 50, diikuti Garuda Putra Bekasi (46) dan Villa 2000 (44).

Direktur Kompetisi Liga Kompas Gramedia Panasonic U-14 Novi Krisnawan menjelaskan, setiap musim kompetisi berlangsung sangat ketat. Bahkan, musim 2015-2016, pemenangnya baru bisa dipastikan pada pekan terakhir. Ketatnya persaingan, kata Novi, sangat bagus untuk pembinaan.

Setiap tim terus berupaya memperbaiki penampilan dari musim ke musim. Tak cuma teknik dan taktik dalam bermain, tetapi juga strategi untuk mengarungi kompetisi selama 30 pekan.

”Liga Kompas Gramedia sudah berjalan tujuh musim. Kami terus menjaga kualitas kompetisi dengan adanya sistem promosi dan degradasi. Lewat kompetisi ini, kami juga ingin membangun karakter anak-anak,” ujar Novi.

Untuk ukuran prestasi, Liga KG sudah menunjukkan hasil signifikan. Pengiriman tim ke ajang Internasional di Piala Gothia di Swedia cukup sukses dengan pencapaian yang membanggakan. Pada musim 2012, tim seleksi Liga KG finis di peringkat tiga.

Sementara pada musim berikutnya, tim seleksi Liga KG tampil sebagai runner-up. Terakhir pada musim 2016, tim ASIOP yang merupakan tim juara pada musim 2015-2016 tampil sebagai yang terbaik di turnamen yang juga disebut sebagai piala dunia sepak bola anak-anak itu.

Prestasi emas memang tak bisa diraih secara instan. Perlu proses dan kerja keras untuk meraihnya. Kompetisi yang ketat menjadi wadah pembinaan yang muaranya prestasi.

Tak heran jika delapan pemain yang tampil di Liga KG juga terpilih masuk ke tim nasional U-16. Untuk menggelar kompetisi, jalannya memang tidak mudah. Akan tetapi, berkat dukungan dan komitmen kuat pihak-pihak lain, termasuk para sponsor, kompetisi akhirnya bisa digelar.

Panasonic Gobel, sebagai salah satu perusahaan elektronik terbesar di Indonesia, ikut peduli terhadap kemajuan sumber daya manusia, khususnya generasi muda bangsa Indonesia. Keterlibatan Panasonic dalam Liga KG karena mereka menilai sepak bola sebagai salah satu cabang olahraga di mana generasi muda Indonesia memiliki potensi besar. Namun, sampai saat ini belum cukup banyak kesempatan untuk mengasah potensi itu.

”Lewat ajang kompetisi Liga Kompas Gramedia Panasonic, sejauh ini sudah terbukti menghasilkan pemain-pemain berbakat yang bisa mengharumkan nama bangsa di masa depan. Kami berharap, kontribusi kami bisa mengawali revolusi mental bagi penerus bangsa. Lewat kompetisi ini, anak-anak diajarkan sportivitas, kejujuran, dan kerja keras,” kata Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia Rachmat Gobel.

Ia menambahkan, bagi Panasonic, partisipasi ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk secara konsisten mendukung pembinaan generasi muda bangsa Indonesia.

Hal yang sama diungkapkan Marketing General Manager Snackfood PT Garudafood Agus Afenlie. Menurut dia, usia dini merupakan level yang tepat untuk pembinaan, membentuk fondasi yang kokoh.

”Kami melihat Liga KG memiliki sistem yang terstruktur, terorganisasi, lebih kompetitif, dan berpotensi melahirkan bibit-bibit pemain muda lokal yang menonjol. Bibit-bibit pemain lokal inilah yang bisa menjadi harapan untuk sepak bola Indonesia,” ujarnya.

Dukungan Kacang Garuda kepada Liga Kompas Gramedia 2016-2017 ini dilatarbelakangi brand essence Kacang Garuda sebagai Indonesia heritage peanut, yang erat citranya dengan keindonesiaan, dalam hal ini sepak bola Indonesia. (OTW)

BERITA TERKAIT
Komentar
Berita Populer