Liga KG
Beranda / Berita / Berita Detail

Persaingan Kian Sengit

Kiper SSB Kabomania Arifin Setyadi berusaha mematikan serangan pemain SSB Garuda Putra Bekasi dalam Liga Kompas Gramedia Panasonic U-14 di lapangan Sepak Bola Galaxy, Jakarta Timur, Minggu (19/3). SSB Putra Bekasi menang 1-0. Kompas/Priyombodo (PRI)

Kiper SSB Kabomania Arifin Setyadi berusaha mematikan serangan pemain SSB Garuda Putra Bekasi dalam Liga Kompas Gramedia Panasonic U-14 di lapangan Sepak Bola Galaxy, Jakarta Timur, Minggu (19/3). SSB Putra Bekasi menang 1-0.
Kompas/Priyombodo (PRI)

Juara Ditentukan di Laga Pamungkas Pekan Depan

Jakarta, kompas Persaingan di Liga Kompas Gramedia Panasonic U-14 semakin sengit menjelang tutup musim. ASIOP Apacinti tergusur dari puncak klasemen setelah dikalahkan Pelita Jaya 1-2 di pekan ke-29, Minggu (19/3). Rivalitas tak kalah sengit juga terjadi di zona play off kompetisi usia muda ini.

Padahal, pada laga di lapangan Galaxy yang berada di kompleks TNI Angkatan Udara, Jakarta Timur, itu, ASIOP unggul lebih dahulu berkat gol salah satu pemain andalannya, Muhammad Zidane Bawazier, pada menit ke-7.

Namun, buruknya koordinasi dan kelengahan pemain belakang ASIOP membuat Pelita berbalik unggul melalui gol Adam Kurnianto dan Garry Nasrulloh pada menit ke-8 dan ke-17.

ASIOP punya peluang emas di babak kedua untuk menyamakan kedudukan melalui Fabio Delvecchio Pang. Namun, tendangan Delvecchio di kotak penalti masih membentur tiang gawang.

Akibat kekalahan tipis itu, sang juara bertahan harus lengser dari puncak klasemen LKG Panasonic musim 2016-2017. Padahal, posisi itu telah 17 pekan atau sejak Oktober lalu mereka kuasai.

Puncak klasemen kini ditempati Bina Taruna yang kemarin menang telak 8-0 atas SSJ Kota Bogor. Bina Taruna kini berbalik unggul dua poin dari ASIOP. Dengan selisih hanya dua poin itu, juara liga ditentukan hasil laga pamungkas, yaitu Minggu (26/3) depan.

Seusai kekalahan pada laga kemarin, pemain ASIOP larut dalam kekecewaan. Mereka tertunduk dan nyaris kehilangan kata-kata. ”Itu (kekalahan) dipicu oleh banyak faktor nonteknis. Lihat saja, kedua gol (Pelita) terjadi karena blunder, kesalahan kami. Anak-anak tidak fokus,” ujar Agus Gustira, Pelatih ASIOP.

Gustira menjelaskan, persiapan timnya sempat terganggu masalah berkurangnya waktu latihan dan sanksi pengurangan poin dari panitia. ASIOP dihukum pengurangan satu poin akibat tindakan kasar suporter sekolah sepak bola (SSB) itu yang memaki wasit beberapa waktu lalu.

”Kami tidak mampu menutupi bahwa sanksi itu berpengaruh ke mental tim. Di sisi lain, latihan kami juga berkurang pekan ini,” ujar Gustira.

Maelino Montella, penyerang ASIOP, mengakui, kekompakan mereka berkurang karena masalah kurangnya waktu latihan. Sebagian pemain di SSB itu tidak dapat mengikuti latihan rutin sebanyak tiga kali seminggu karena tengah fokus menghadapi ujian akhir di sekolah mereka.

Di kubu sebaliknya, Pelatih Pelita Jaya, Ferry Rumbayan, menilai kemenangan timnya adalah buah kedisiplinan pemain. Pelita pun membalaskan kekalahan 0-2 dari ASIOP di putaran pertama.

”Anak-anak punya niat tampil lebih baik. Itu mereka buktikan. Tadi mereka sangat disiplin menempati posisi. Mereka fokus,” tutur Ferry yang rajin memandu dan memberikan instruksi kepada pemain dari tepi lapangan.

Sementara itu, kekalahan telak SSJ Kota Bogor membuat persaingan di papan bawah juga kian sengit. Kekalahan itu membuat Persigawa, tim asal Jakarta Timur, bersemangat pada laga kemarin. Mereka mengalahkan Rajawali Muda, 2-1. Tiga poin berharga itu membuat Persigawa naik ke peringkat ke-11 atau persis di atas zona play off. Sebaliknya, SSJ Kota Bogor terjatuh ke zona play off, yaitu di peringkat ke-12.

Pada akhir musim ini, tim yang finis di peringkat ke-12 dan 13 wajib mengikuti play off. Adapun tiga tim terbuncit, yaitu peringkat ke-14, 15, dan 16, terdegradasi alias tidak bisa kembali tampil di kompetisi ini musim depan.

Papan bawah

Tiga tim, yaitu Persigawa, Jakarta Football Academy (JFA), dan SSJ Kota Bogor, bakal terus bersaing hingga pekan depan untuk menghindari play off, apalagi degradasi. Ketiga tim itu hanya berselisih dua angka.

”Persaingan di papan bawah sangat ketat. Tinggal satu laga tersisa. Mudah-mudahan di pekan terakhir kami bisa dapat satu poin agar terhindar dari play off,” ujar Pelatih JFA Eko Subekti.

JFA terpaksa harus ikut berjuang hingga pekan terakhir akibat dikalahkan SSB Ricky Yacobi, 0-2. Kekalahan itu membuat poin mereka disamakan Persigawa. Namun, JFA memiliki keunggulan tipis, yaitu selisih satu gol, dari koleksi Persigawa. Mereka pun menempati peringkat ke-10.

Untuk itu, Eko Subekti menjadikan laga kontra Buperta Cibubur, pekan depan, ibarat final. ”Kami berharap tetap bisa tampil musim depan. Ini bagus untuk pembinaan pemain,” ujarnya.

Pratikno, Pelatih SSB Ricky Yacobi, bersyukur karena kemenangan itu membuat SSB asal Jakarta itu dipastikan bisa tampil kembali musim depan. ”Target kami sebetulnya finis keenam. Namun, finis kesembilan cukup bagus. Setidaknya kami tidak terdegradasi,” ujarnya. (JON)

BERITA TERKAIT
Komentar
Berita Populer