Liga KG
Beranda / Berita / Berita Detail

Astam Isyaratkan Pakai ‘Gegenpressing’

Pemain SSB Astam Zufar Hafiz (kanan) menyundul bola saat dibayangi pemain SSB Villa 2000 Rafael Apriandi dalam lanjutan Liga Kompas Kacang Garuda U-14 di Stadion GOR Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (14/10/2018). Villa 2000 menang 1-0.

SURABAYA, KOMPAS — Pelatih sekolah sepak bola Astam Dzulfikri Bashari El Hassan mengisyaratkan bakal menerapkan skema gegenpressing kala menghadapi Pelita Jaya. Strategi itu dipilih karena Astam membutuhkan tiga poin demi kembali bersaing di papan atas.

Kedua tim akan bertemu pada pekan kesembilan Liga Kompas Kacang Garuda U-14, Minggu (28/10/2018), di Stadion GOR Ciracas, Jakarta. Astam dan Pelita Jaya sama-sama mengoleksi 9 poin. Astam berada di peringkat 6, sementara Pelita Jaya menguntit di peringkat 7.

Pemenang dari laga ini memiliki kans masuk jajaran tim papan atas. Untuk itu, Dzulfikri berhasrat meraih poin penuh demi memupus hasil minor yang mereka raih di dua pertandingan sebelumnya.

“Kami sudah selesai menganalisis kesalahan-kesalahan pemain saat bertemu Bina Taruna pekan kemarin. Saya tekankan ke mereka agar tidak lengah dan membuat kesalahan serupa,” kata Dzulfikri, Sabtu (27/10/2018) dihubungi dari Surabaya, Jawa Timur.

Pada laga nanti Dzulfikri berniat menyajikan sepak bola menyerang dan menekan sejak bola masih di daerah pertahanan lawan. Strategi ini identik dengan filosofi gegenpressing yang dipopulerkan pelatih asal Jerman, Jurgen Klopp. Pemain Astam tidak akan membiarkan Pelita Jaya berlama-lama membawa bola.

Agar skema itu bisa direrapkan pemain, sesi latihan Astam digelar tiga kali dalam sepekan. Latihan Selasa digunakan untuk melatih pergerakan dasar dalam menekan lawan. Latihan Kamis menitikberatkan pada meningkatkan daya tahan. Terakhir, pada sesi latihan Jumat lebih banyak diisi mengasah penyelesaian akhir dan kecepatan.

“Kami harus lebih cepat dalam menekan lawan. Kalau tidak punya kecepatan, tidak akan bisa menaklukan lawan di daerah mereka sendiri,” katanya.

Berkebalikan dengan Dzulfikri, pelatih Pelita Jaya Herland Zulfikar tidak menargetkan tiga poin dari Astam. Herland tidak ingin pemainnya terbebani dengan target khusus sehingga mengacaukan permainan mereka.

“Intinya saya hanya ingin pemain menerapkan proses bermain yang benar,” ujar Herland.

Ia menilai Astam adalah tim yang berbahaya. Kekuatan Pelita Jaya sedikit pincang menyusul absennya dua pemain belakang andalan mereka. Untuk menahan gempuran dari Astam, Herland menginstruksikan pemainnya untuk menahan serangan sejak dari lini kedua.

BERITA TERKAIT
Komentar
Berita Populer