Liga KG
Beranda / Berita / Berita Detail

Tim LKG-SKF Terus Menanti Kepastian

Tim LKG-SKF Indonesia tidur-tiduran di lantai Istanbul Atatturk Airport karena belum ada kejelasan penerbangan mereka ke Gothenburg, Swedia, Minggu (17/7). Mereka terjebak selama dua hari di Turki karena kudeta. Kompas/Prasetyo Eko Prihananto (RAY) 17-07-2016

Tim LKG-SKF Indonesia tidur-tiduran di lantai Istanbul Atatturk Airport karena belum ada kejelasan penerbangan mereka ke Gothenburg, Swedia, Minggu (17/7). Mereka terjebak selama dua hari di Turki karena kudeta.
Kompas/Prasetyo Eko Prihananto (RAY)

JAKARTA, KOMPAS Tim Liga Kompas Gramedia-SKF Indonesia yang berencana mengikuti Piala Gothia, 17-23 Juli, masih terus menanti kepastian keberangkatan menuju ke Gothenburg, Swedia, lokasi kejuaraan sepak bola usia dini sedunia. Hingga Minggu (17/7) malam WIB, tim LKG-SKF Indonesia masih terus berjuang untuk memperoleh tiket penerbangan yang akan membawa mereka keluar dari Istanbul, Turki.

Wartawan Kompas, Prasetyo Eko Prihananto, dari Istanbul, Turki, melaporkan, mereka terus berjuang untuk mengejar dua pertandingan perdana yang digelar pada Senin (18/7) ini.

”Sudah dua kali mengantre hari ini. Perjuangan belum selesai,” kata Prasetyo. Dia menambahkan, tim dari Kedutaan Besar RI di Turki juga membantu proses pencarian tiket penerbangan tim Liga Kompas Gramedia (LKG)-SKF walau belum membuahkan hasil.

Tim ini semula memiliki dua skenario untuk mengejar dua pertandingan di hari pertama pelaksanaan kejuaraan dalam kondisi darurat seperti ini. Rencana pertama adalah mengirimkan 11 pemain, 1 pelatih, dan 1 ofisial terlebih dahulu dengan penerbangan yang ada menuju Gothenburg, Swedia.

Rencana ini dibuat untuk mengejar pertandingan perdana Mahmud Cahyono dan kawan-kawan yang tergabung di Grup A bersama Inggris dan beberapa tim asal tuan rumah Swedia. Menurut jadwal, pertandingan pertama berlangsung sekitar pukul 09.20 waktu setempat atau pukul 13.20 WIB.

Namun, tidak mudah bagi tim Indonesia mendapatkan tiket penerbangan anyar menuju Gothenburg. Maskapai yang menurut rencana akan membawa mereka menuju ke Gothenburg, Pegasus Airlines, juga tengah mengalami masalah dengan sistem pemesanan tiket mereka. Selain itu, ada juga masalah permintaan tiket yang melonjak terkait kasus kudeta politik di Turki.

Masalah lainnya adalah markas maskapai ini tidak berada di Bandara Kemal Ataturk, Istanbul, yang kini menjadi tempat istirahat sementara tim LKG-SKF Indonesia, melainkan di Bandara Sabiha Gokcen, yang terletak di 35 kilometer tenggara Istanbul. Meski berjarak dekat, untuk tiba di lokasi dalam kondisi ketidakpastian politik dalam negeri Turki, dibutuhkan sekitar dua hingga tiga jam menuju ke lokasi.

”Opsi itu tidak diambil. Kini kami terus mengantre untuk bisa terbang pertama menggunakan maskapai yang sama, Turkish Airlines,” kata Prasetyo.

Pelatih Tim LKG-SKF Indonesia Saut Tobing mengatakan, untuk mengejar pertandingan pertama dengan kondisi kekinian, tampaknya sudah tidak mungkin. Dia berharap timnya bisa bertanding sebaik mungkin pada tiga laga tersisa.

”Pertandingan pertama sudah hampir pasti tidak bisa. Kami berharap bisa menyelesaikan pertandingan lainnya dengan baik,” kata Saut.

Saut mengatakan, meski semangat masih tetap terjaga, kondisi yang terombang-ambing di Bandara Kemal Ataturk, Istanbul, membuat fisik para pemain terkuras. (MHD)

BERITA TERKAIT
Komentar
Berita Populer