Liga KG
Beranda / Berita / Berita Detail

Persaingan Sengit Menuju Puncak

Liga Kompas Gramedia 2016- Pemain SSB Kabomania Mukhlis Gita Pratama (kanan) menempel ketat pemain SSB Mutiara Cempaka Muhammad Adi Nugraha (kiri) dalam pertandingan Liga Kompas Gramedia Panasonic U-14 di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu (30/10). SSB Kabomania menang 2-0 atas SSB Mutiara Cempaka. Kompas/Wawan H Prabowo (WAK) 30-10-2016

Liga Kompas Gramedia 2016- Pemain SSB Kabomania Mukhlis Gita Pratama (kanan) menempel ketat pemain SSB Mutiara Cempaka Muhammad Adi Nugraha (kiri) dalam pertandingan Liga Kompas Gramedia Panasonic U-14 di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu (30/10). SSB Kabomania menang 2-0 atas SSB Mutiara Cempaka.
Kompas/Wawan H Prabowo (WAK)

JAKARTA, KOMPAS Persaingan menuju papan atas masih sangat terbuka jelang berakhirnya putaran pertama Liga Kompas Gramedia Panasonic U-14. Tim-tim promosi, seperti Buperta Cibubur, enggan sekadar menjadi ”penggembira”. Mereka mematok target tinggi musim ini.

Buperta, tim debutan di LKG Panasonic U-14, berupaya menjaga tren positifnya ketika menghadapi Garuda Putra Bekasi pada laga pekan ke-13 di Lapangan Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (6/11).

Berkat kemenangan di tiga laga terakhirnya, Buperta meroket ke peringkat ketiga LKG Panasonic musim ini. Mereka membayang-bayangi ASIOP Apacinti dan Bina Putra, dua tim teratas di kompetisi yang diikuti 16 sekolah sepak bola se-Jabodetabek itu.

”Mudah-mudahan kami kembali meraih hasil positif. Namun, Garuda Putra, tim yang promosi musim lalu, adalah tim bagus. Peluang kami 50-50 besok,” ujar M Rohuddin, pelatih Buperta Cibubur, Sabtu (5/11).

Keberhasilan Buperta melesat hingga berada di peringkat ketiga saat ini, diakui Rohuddin, di luar ekspektasi. ”Setelah berhasil lolos (tampil di LKG Panasonic U-14 musim 2016-2017) melalui play off, target awal kami adalah tetap bertahan di akhir musim. Tidak degradasi. Namun, jika memungkinkan, kami ingin tetap berada di peringkat ketiga,” tuturnya.

Keberhasilan tim promosi, seperti Buperta, bersaing di papan atas sebetulnya bukanlah hal baru di kompetisi ini. Pada musim 2014, SSB Rajawali Muda bahkan mampu menjadi kampiun meskipun berstatus tim promosi. Saat itu, mereka mampu melewati juara bertahan, ASIOP Apacinti.

Buperta memiliki cara tak biasa untuk menyiasati minimnya jam terbang para pemain di kompetisi usia muda kelompok umur 14 tahun itu. Mereka acapkali melakukan latihan tanding dengan tim yang lebih senior, yaitu U-15, sebelum berduel dengan lawan-lawan kuat.

Itu termasuk jelang laga kontra Garuda Putra yang kini bercokol di peringkat keempat. ”Latihan itu untuk menyimulasikan laga Minggu. Selain berlatih taktik, itu juga mengasah mental dan kedewasaan tim kami. Mereka beberapa kali mengalahkan tim U-15 kami yang lebih dewasa dalam bermain,” ujar Rohuddin.

Menurut pelatih yang pernah membawa tim Cibinong Putra promosi ke LKG Panasonic U-14 itu, kekompakan antarpemain menjadi kunci keberhasilan mereka bersaing di papan atas.

Buperta telah membentuk tim dan mengasah diri jauh-jauh hari, yaitu enam bulan sebelum kompetisi dimulai. SSB yang bermarkas di Bumi Perkemahan Cibubur itu juga dimatangkan oleh babak play off, April lalu.

Garuda Putra, tim asal Bekasi, menyegani Buperta. Mereka bahkan menyiapkan strategi khusus untuk meredam calon lawannya itu, termasuk duo penyerang Buperta, Rizki Yuda Ardianza dan Raihan Muhamad Zidane, yang total telah mengemas 13 gol. Jumlah itu adalah 68 persen atau dua pertiga dari seluruh gol yang diproduksi Buperta, yaitu 19 gol.

Organisasi pertahanan adalah kelemahan terbesar Garuda Putra. Tak ayal, mereka sempat dikalahkan tim promosi lainnya, SSB Ricky Yacobi. Padahal, mereka memiliki barisan penyerang yang tidak kalah garang. Koleksi gol mereka bahkan lebih banyak dari Buperta, yaitu total 21 gol.

”Buperta kini banyak kemajuan. Kami telah berlatih dua kali untuk menghadapi mereka. Salah satu fokus dari latihan adalah organisasi dan pergerakan pemain saat kehilangan bola. Kami tidak akan bermain terlalu ofensif, tetapi coba memaksimalkan serangan balik,” ungkap Tias Tono Taufik, pelatih Garuda Putra.

Tekad bangkit

Adapun Bina Taruna bertekad bangkit seusai kekalahan pertama musim ini, yaitu dari Persigawa, pekan lalu. Pekan ini, mereka akan menghadapi tim juru kunci, Mutiara Cempaka, yang telah 11 kali kalah dari 12 laga.

Akibat kekalahan itu, Bina Taruna digusur ASIOP dari puncak klasemen. Mereka kini tertinggal dua poin dari juara bertahan. ”Kekalahan kemarin menjadi pembelajaran untuk kami. Minggu ini kami harus kembali ke jalur (kemenangan),” ujar pelatih Bina Taruna, Bonni Safruddin.

ASIOP, pengoleksi trofi juara LKG Panasonic U-14 terbanyak, empat kali, tidak ingin kembali ke peringkat kedua. Mereka bertekad meraih poin penuh saat bertemu Remci Tangerang. (JON)

BERITA TERKAIT
Komentar
Berita Populer