Liga KG
Beranda / Berita / Berita Detail

“Kering” Gol Warnai Putaran Kedua pada Musim Hujan

JAKARTA, KOMPAS — Pada laga pekan ke-16 yang menandai awal putaran kedua Liga Kompas-Gramedia Panasonic U-14, Minggu (26/11), di Lapangan Ciracas, Jakarta Timur, gol yang tercipta sangat minim. Kondisi cuaca, lapangan yang becek, dan dinamika skuad menjadi pemicu fenomena “kering” gol itu.

Dari delapan laga yang digelar kemarin, hanya sembilan gol dilesakkan 16 tim peserta. Ini rekor gol terendah yang tercipta dalam satu pekan LKG musim ini.

Mandiri Selection, salah satu tim paling produktif di LKG Panasonic musim ini, ditahan imbang 0-0 oleh Pelita Jaya. Padahal, Mandiri mengemas rata-rata dua gol sepanjang putaran pertama musim ini.

Barisan penyerang tim peringkat ketiga di LKG Panasonic itu berkali-kali membuang peluang matang mencetak gol. Mereka juga lebih sering menguasai bola dan mendominasi jalannya laga.

 

“Ya, inilah namanya sepak bola. Tim yang lebih banyak menguasai bola belum tentu bisa menang. Di lain pihak, saya akui barisan bek Pelita bermain sangat bagus dan disiplin,” kata Pelatih Mandiri Selection Mukhsin Alatas.

Ia mengatakan, tidak optimalnya serangan timnya juga dipicu faktor kelelahan. “Enam pemain kami baru saja tampil dalam seleksi tim nasional pelajar di Bandung (23-25 November lalu). Artinya, hampir separuh tim yang ikut dan masih lelah,” ujar Mukhsin kemudian.

Di sisi lain, Mukhsin mengakui, organisasi serangan timnya kurang padu mengingat adanya sejumlah pemain baru yang masuk. Mandiri merupakan salah satu dari mayoritas peserta Liga KG Panasonic yang memasukkan sejumlah pemain baru pada awal putaran kedua ini.

Setidaknya ada lima muka baru di tim promosi ini, salah satunya Rio Helmy Putra. Mantan penggawa Rajawali Muda itu direkrut untuk menambah tenaga di lini tengah tim itu. “Tim kami butuhkan adaptasi dengan para pemain baru ini,” kata Mukhsin.

Kehadiran pemain-pemain baru pada putaran kedua ini memang ibarat buah simalakama. Di satu sisi, kehadiran mereka diharapkan mampu menambah daya gedor tim. Namun, di sisi lain, kekompakan tim jadi berkurang.

Itu diakui Umar Nalis, Pelatih Ragunan Soccer School. Tim yang ditahan 0-0 oleh Villa 2000 itu juga memiliki lima pemain baru. Mereka terlihat masih grogi sehingga banyak membuang peluang mencetak gol. “Mereka belum saling mengenal karakter satu dengan yang lain,” ujarnya.

Masalah demam panggung juga menimpa ASIOP Apacinti, tim yang mengemas total 13 gol pada pekan ke-14 dan ke-15. Kemarin, tim asal DKI Jakarta itu hanya menang 1-0 atas Siaga Pratama.

Menurut Pelatih ASIOP Apacinti Yayat Supriatna, timnya gagal mendulang gol-gol tambahan karena buruknya penyelesaian akhir barisan penyerang. Striker ASIOP Apacinti, Naufal Bayu Abyzar, misalnya, memiliki peluang emas mencetak gol ketika berdiri bebas seusai mengecoh kiper Pratama.

Sayangnya, bola tendangannya terlalu lemah sehingga masih bisa disapu pemain lawan. “Kesempatan emas hilang begitu saja karena finishing yang kurang baik. Ini menjadi evaluasi kami untuk pekan depan,” ujar Yayat.

Sementara itu, Matador Mekarsari juga gagal mendulang poin maksimal atas Bina Taruna karena masalah hampir serupa. Para penyerang mereka terlihat kurang percaya diri.

Gelandang Matador, Ikhsan Rizola, gagal mencetak gol meskipun tinggal berhadap-hadapan dengan kiper lawan pada babak pertama. Bola tendangannya melambung ke atas mistar gawang.

“Mereka masih sering panik saat berhadapan langsung dengan kiper. Groginya sangat terlihat. Kami akan menggenjot latihan penyelesaian akhir sebagai evaluasi,” ujar Iskandar, Pelatih Matador Mekarsari.

Pemuncak klasemen, Jakarta Football Academy (JFA), bahkan butuh hingga menit terakhir untuk mengalahkan Buperta Cibubur, 1-0. JFA sempat kewalahan meladeni permainan militan Buperta di tengah hujan gerimis dan lapangan yang becek.

“Skema permainan kami tidak berjalan. Dalam kondisi lapangan seperti ini, semangat juang lebih menentukan ketimbang faktor teknik,” ujar Achmad Zulkifli, Pelatih JFA. (JON/DD18)

 

 

Sumber berita: https://kompas.id/baca/olahraga/2017/11/27/kering-gol-warnai-putaran-kedua-pada-musim-hujan/

BERITA TERKAIT
Komentar
Berita Populer