Liga KG
Beranda / Berita / Berita Detail

Kebangkitan Tim-tim Papan Bawah

Pemain SSB Siaga Pratama, Febri Yanfi Hadifitri (kanan), berupaya menghalau bola yang mengarah ke pemain Kabomania, Andrian Rusdianto (14), dalam laga pekan ke-18 Liga Kompas Gramedia Panasonic U-14 di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (10/12). Dalam laga itu, Siaga Pratama dan Kabomania bermain imbang 0-0.
KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAH

Pemain SSB Siaga Pratama, Febri Yanfi Hadifitri (kanan), berupaya menghalau bola yang mengarah ke pemain Kabomania, Andrian Rusdianto (14), dalam laga pekan ke-18 Liga Kompas Gramedia Panasonic U-14 di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (10/12). Dalam laga itu, Siaga Pratama dan Kabomania bermain imbang 0-0.

JAKARTA, KOMPAS — Sejumlah tim papan bawah di Liga Kompas Gramedia Panasonic U-14 mulai menuai hasil positif di putaran kedua. Setidaknya, empat tim papan bawah yang tak diunggulkan mampu menang ataupun menahan seri tim-tim yang memiliki peringkat lebih tinggi dalam laga pekan ke-18 di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (10/12).

Empat hasil mengejutkan itu, antara lain, diraih sekolah sepak bola (SSB) Talenta Muda FU 15 yang berada di peringkat ke-12 dengan kemenangan 1-0 atas Buperta Cibubur yang berada di peringkat ke-6. Sementara itu, Pelita Jaya (10) menang 1-0 atas Bina Taruna (8), Garuda Putra Bekasi (15) menahan 0-0 Matador Mekarsari (7), dan Siaga Pratama (13) menahan imbang 0-0 Kabomania (4).

Dalam laga-laga tersebut, empat tim papan bawah itu mampu bermain lebih disiplin, kompak, dan tak mudah terpancing emosi. Untuk itu, mereka bisa mengeluarkan permainan terbaik sehingga bisa mencuri poin penuh ataupun satu poin. Adapun tim lawan justru bermain emosional. Akibatnya, permainan mereka tak padu sehingga kemampuan terbaik pemain tidak muncul.

Contohnya, dalam laga Talenta Muda FU 15 melawan Buperta Cibubur. Meski Talenta Muda FU terus mendapatkan perlawanan dari Buperta Cibubur, para pemain Talenta Muda tetap bermain tenang dan mencoba membangun serangan balik. Serangan itu berhasil ketika empat pemain bertahan Buperta Cibubur terlalu maju ke lini tengah. Peluang itulah yang dimanfaatkan penyerang Talenta Muda, Rizqi Ilham Saputra, untuk mencetak gol pada menit ke-48.

Pelatih Talenta Muda FU 15 Rici Vauzi mengatakan, gol tercipta karena pemainnya mampu memanfaatkan dengan baik peluang di sela-sela kelengahan lawan. ”Sejak awal, saya memang menginstruksikan supaya setelah mendapat bola untuk secepat mungkin melakukan transisi dari bertahan ke menyerang. Jadi, biasanya, lawan pas itu lengah dan kami bisa memanfaatkan momen itu,” ujarnya.

Perbaikan strategi permainan, lanjut Rici, terus dilakukan selama putaran kedua sebagai upaya terhindar dari degradasi. Salah satunya dengan kehadiran lima pemain tambahan. Kelima pemain itu mendongkrak performa permainan sehingga permainan lebih solid. Mereka mengisi posisi, antara lain bek kanan, gelandang, dan penyerang tengah.

”Posisi penyerang tengah ini yang sangat membantu karena selama putaran pertama kami lemah di situ. Tim jadi lebih seimbang dan ada perlawanan,” kata Rici.

Pemain baru

Kesempatan menambah pemain baru memang diberikan kepada lima tim promosi, yakni Mandiri Selection SS, Matador Mekarsari, Ragunan Soccer School, Cibinong Raya, Talenta Muda FU 15, dan Siaga Pratama. Mereka dibolehkan memasukkan maksimal lima pemain baru dengan cara mengisi slot pemain yang masih kosong dalam batas kuota 25 pemain per klub atau mengganti pemain lama dengan pemain baru. Kesempatan tersebut diberikan dari pekan ke-14 atau akhir masa putaran pertama, hingga pekan ke-16.

Pelatih Siaga Pratama Abdush Shobur mengatakan, kesempatan merombak pemain sangat
bermanfaat untuk klubnya. Pada putaran pertama, mereka sangat lemah di sektor depan. Akibatnya, mereka kesulitan memberikan perlawanan maupun mencetak gol. Untuk itu, memasuki putaran kedua, mereka menambah lima pemain baru di lini depan.

Hasilnya, pada tiga laga awal di putaran kedua, mereka bisa meraih empat poin. Mereka mendapatkan poin itu dari menang 1-0 atas Villa 2000 di pekan ke-17, dan imbang 0-0 dengan Kabomania, kemarin.

Hasil itu jauh lebih baik dibandingkan dengan tiga laga awal di putaran pertama. Saat itu, mereka gagal meraih poin, kalah 1-4 dari ASIOP Apacinti pada pekan ke-1, kalah 1-2 dari Villa 2000 pada pekan ke-2, dan kalah 0-2 dari Kabomania pada pekan ke-3. ”Pada putaran kedua ini, kami bertekad meraih poin penuh terus pada setiap laga, minimal satu poin. Ini agar kami bisa mengatasi ketertinggalan di putaran pertama dan tetap bertahan di LKG U-14 di musim depan,” kata Abdush Shobur.

Kurang antisipasi

Pelatih Kabomania Abdul Rozak Sumual mengakui timnya kurang mengantisipasi kehadiran pemain-pemain tambahan lawan. Akibatnya, serangan Kabomania kerap dipotong ketika masih di lini tengah. ”Kami masih terkecoh dengan kualitas pemain-pemain tambahan itu. Serangan-serangan kami banyak yang gagal, pertahanan kami juga masih sering kendur. Ini yang akan kami evaluasi untuk lawan ASIOP Apacinti pekan depan,” ujarnya.

Hal serupa juga dikatakan kapten Kabomania, Syukran Arabia Samual. Dia menilai, permainan Siaga Pratama menjadi sulit diprediksi transisinya. Kesalahan ini, menurut dia, semakin diperparah dengan kurangnya komunikasi yang baik antarlini. ”Serangan kami jadi tidak efektif,” ujarnya. (DD18/DRI)

 

 

Sumber berita: Kompas.id

BERITA TERKAIT
Komentar
Berita Populer