Liga KG
Beranda / Berita / Berita Detail

Lini Pertahanan Kembali Diperkuat

JAKARTA, KOMPAS — Pembenahan lini pertahanan menjadi fokus beberapa tim yang akan berlaga pada pekan ke-18 Liga Kompas Gramedia Panasonic U-14 musim 2017-2018, Minggu (10/12) di GOR Ciracas, Jakarta Timur. Pembenahan itu dilakukan untuk mencegah lawan mencetak gol dan mengagalkan target merebut tiga poin.

Kesalahan akibat lemahnya lini pertahanan dialami oleh Jakarta Football Academy (JFA), pekan lalu. Saat itu, pemain JFA terus menyerang pertahanan Cibinong Raya dan membuat lini pertahanannya tidak terjaga. Cibinong menggunakan kelengahan JFA tersebut untuk melakukan serangan balik dan mencetak gol sehingga laga berakhir dengan kedudukan 1-1.

Pelatih JFA Achmad Zulkifli mengatakan, kesalahan itu bisa terjadi karena pemainnya terlalu percaya diri sehingga mengabaikan pertahanan.

“Yang jadi masalah, anak-anak terlalu percaya diri karena merasa peringkat lawannya jauh. Fokus hilang saat tiba-tiba diserang balik. Ini pelajaran betul buat kami untuk tidak anggap remeh tiap lawan,” kata Achmad, Jumat (8/12), di Jakarta.

Fokus hilang saat tiba-tiba diserang balik. Ini pelajaran betul buat kami untuk tidak anggap remeh tiap lawan.

JFA tidak ingin hal itu terjadi lagi saat laga melawan SSJ Kota Bogor yang kini berada di peringkat terbawah. Zulkifli menegaskan, meskipun tetap dalam posisi menyerang, lini pertahanan juga harus tetap diperkuat.

Apalagi, pada pekan lalu SSJ Kota Bogor berhasil menahan imbang Remci Tangerang, 0-0, yang berada tiga peringkat di atasnya.

“Ketika diserang, banyak pemain yang malah lepas tanggung jawab dan menyerahkan ke pemain belakang. Itu tidak boleh terjadi lagi. Jadi, saya minta anak-anak fokus memperkuat pertahanan. Serangan penting, tetapi pertahanan juga tidak kalah penting,” kata Zulkifli.

Dievaluasi

Bahaya serangan balik yang tidak diantisipasi dengan baik juga menjadi evaluasi bagi ASIOP Apacinti pekan ini. Setelah ditahan imbang oleh Matador Mekarsari pada pertandingan pekan lalu, ASIOP merasa perlu untuk memperkuat lini pertahanannya.

“Cara bertahan dan menyerang mulai kami evaluasi karena lawan sudah tahu celah saat kami asyik menyerang. Ketika kami diserang balik, pemain kami malah kurang antisipasi,” kata pelatih ASIOP Yayat Supriatna.

Untuk melawan Villa 2000 pada pekan ini, kata Yayat, ASIOP membenahi pola serangan. Serangan lebih ditekankan bertahap dari lini ke lini.

“Jadi, serangan kelompok yang kami koreksi agar pemain tidak buru-buru bangun serangan,” kata Yayat.

Selain itu, ASIOP juga memperkuat lini pertahanan dengan penjagaan ketat di tiap-tiap pemain, terutama saat lawan berada di kotak penalti. Yayat menekankan agar pemainnya harus mulai bisa membaca permainan lawan.

“Jadi, pemain harus tahu lawan mau oper ke mana, langsung potong. Saya minta supaya pemain tetap fokus karena salah umpan di pertahanan malah bisa blunder,” ujar Yayat.

Saya minta supaya pemain tetap fokus karena salah umpan di pertahanan malah bisa blunder.

Bagi Mandiri Selection, kekalahan pekan lalu melawan Buperta Cibubur, 0-1, juga menjadi evaluasi agar pemain tidak ceroboh di kotak penalti. Dalam kondisi rawan semacam itu, bola seharusnya dijauhkan dari gawang, bukan malah dioper pelan kepada rekannya.

Pelatih Mandiri Selection Muksin Alatas mengatakan, pemain diminta untuk lebih mengontrol emosi saat di daerah rawan seperti itu sehingga tidak blunder. Apalagi, timnya melawan Cibinong Raya yang menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik di lini pertahanan maupun penyerangan.

“Saya lebih tekankan untuk fokus dan komunikasi terus antarlini. Kami terlalu tegang menyerang terus, saat lawan menyerang balik malah blank, mungkin kecapekan,” kata Muksin.

Lini pertahanan kuat

Cibinong Raya yang berada di posisi ke-11 berusaha memperbaiki lini pertahanannya. Apalagi, tim dari Bogor itu melawan tim posisi tiga teratas pada pekan ini, Mandiri Selection.

KOMPAS/PRIYOMBODO

Pemain SSB Matador Mekarsari Aji Fajri (biru) berebut bola dengan pemain SSB Siaga Pratama Muhammad Rizko pada laga pekan ke-15 Liga Kompas Gramedia Panasonic U-14 di Stadion GOR Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (19/11). Pertandingan berakhir imbang tanpa gol.

Pelatih Cibinong Raya Sairan mengatakan, penyerangan Mandiri Selection hanya bisa diantisipasi dengan lini pertahanan yang kuat. Oleh karena itu, timnya menggunakan strategi pertahanan 4-5-1.

“Pertahanan diperkuat dengan harus saling mengisi atau membantu lini antar lini, terutama dari lini tengah. Adanya gelandang bertahan ini harus dimaksimalkan. Jadi, lawan tidak langsung berhadapan dengan empat pemain belakang. Biar disaring dulu,” kata Sairan.

Cibinong Raya, yang kini telah diperkuat empat tambahan pemain baru, juga mulai menyusun strategi penyerangan. Sairan berharap dapat mengambil celah kembali di sela-sela penyerangan Mandiri Selection, seperti saat melawan JFA pada pekan lalu.

“Kan biasa, Mandiri Selection itu pasti bakal menyerang terus, pasti suatu waktu lengah. Makanya belajar sabar, bertahan. Mudah-mudahan anak-anak seperti kemarin, masih mau mendengar nama besar, lalu mereka mendapat motivasi lebih,” kata Sairan. (ECA/DD18)

 

 

Sumber berita: Kompas.id

BERITA TERKAIT
Komentar
Berita Populer