Liga KG
Beranda / Berita / Berita Detail

Tanpa Pelatih Kepala, Siaga Pratama Tundukkan Villa 2000

KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN

Pemain sekolah sepak bola (SSB) Siaga Pratama (depan) Muhammad Ripaldi (tengah) berusaha melewati pemain SSB Bina Taruna

JAKARTA, KOMPAS — Siaga Pratama meraih hasil positif atas Villa 2000 di pekan kesembilan Liga Kompas Kacang Garuda U-14. Meski tanpa didampingi pelatih Abdush Sobur yang mengundurkan diri dari tim, Siaga Pratama tampil garang dan menaklukkan Villa 2000 dengan skor 2-0.

Kedua tim saling menyerang. Villa 2000 menekan dengan memanfaatkan lebar lapangan. Sementara Siaga Pratama bermain dengan operan-operan pendek.

Villa 2000 menunjukkan penguasaan bola yang dominan. Namun, pemain Villa 2000 belum dapat memainkan tempo. Mereka kerap terburu-buru mengalirkan bola ke depan. Akibatnya serangan yang dibangun tidak sampai membahayakan gawang Siaga Pratama.

Siaga Pratama tidak tinggal diam. Mereka beberapa kali mengancam berkat akselerasi pemain serang. Tetapi kesigapan penjaga gawang Villa 2000 menggagalkan peluang-peluang tersebut. Hingga jeda skor imbang masih bertahan.

Beberapa menit setelah babak kedua dimulai, Alfi Esa Ahmad membawa Siaga Pratama memimpin terlebih dahulu. Tertinggal satu gol membuat pemain Villa 2000 tampil lebih menekan. Sayang, penyelesaian akhir yang buruk membuat deretan peluang Villa 2000 menguap begitu saja.

Aspek kerja sama tim juga belum ditunjukkan Villa 2000. Salah koordinasi dan komunikasi masih sering mereka lakukan. Hal itu menyebabkan Villa 2000 kerap kehilangan bola. Siaga Pratama diuntungkan dengan situasi itu.

Siaga Pratama menggandakan keunggulan melalui Tegar Ramadhan Putra. Tegar memaksimalkan umpan silang dari sisi kanan pertahanan Villa 2000.

Siaga Pratama mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir. Tambahan 3 poin mengangkat posisi mereka ke papan tengah. Siaga Pratama kini mengoleksi 9 poin. Sementara posisi Villa 2000 di peringkat 5 rawan tergusur Astam.

Asisten pelatih Siaga Pratama, Wanda Eka Prasetya, mengatakan kunci hasil positif timnya adalah kemampuan memahami momentum dan waktu yang tepat untuk menyerang atau bertahan.

Kemenangan ini menjadi momentum bagi Siaga Pratama untuk kembali meraih hasil positif ke depannya. Ia mengatakan, hasil ini merupakan buah dari latihan yang selama ini dilakukan.

Meski tampil tanpa sosok pelatih kepala, Siaga Pratama tetap bisa fokus. Wanda mengakui keputusan Abdush Sobur mundur dari tim cukup memengaruhi mental pemain.

“Saya yang harus memotivasi pemain agar kepergian coach Abdush tidak sampai membuat kami jatuh,” ujarnya.

Pada sesi latihan berikutnya, Wanda bakal mempertajam penyelesaian akhir dan juga koordinasi antarlini yang dirasa masih sangat kurang.

Pelatih Villa 2000 Artha Wijaya mengatakan, permainan timnya sudah mulai terbaca oleh lawan-lawan mereka di Liga Kompas. Selain itu, masalah komunikasi antarpemain juga menjadi kendala Villa 2000 yang belum terpecahkan.

“Minggu depan mungkin saya panggil pemain satu per satu. Ngobrol dengan mereka kenapa komunikasi sesama rekan setim tidak berjalan bagus,” ujar Artha.

 

BERITA TERKAIT
Komentar
Berita Populer