Liga KG
Beranda / Berita / Berita Detail

Bina Taruna dan Salfas Soccer Berbagi Angka

KOMPAS/I GUSTI AGUNG BAGUS ANGGA PUTRA

Pemain Salfas Soccer (kuning) mengontrol bola dibayangi pemain Bina Taruna, Minggu (24/2/2019), pada pekan ke-26 Liga Kompas Kacang Garuda U-14 di Stadion Gelanggang Olahraga Ciracas, Jakarta

JAKARTA, KOMPAS — Duel papan atas Liga Kompas Kacang Garuda U-14 pekan ke-26, Minggu (24/2/2019), antara Bina Taruna dan Salfas Soccer berakhir imbang 1-1. Hasil ini membuat persaingan menuju tangga juara masih sulit diprediksi.

Sekolah sepak bola (SSB) Bina Taruna kembali kehilangan kesempatan untuk mengejar Salfas Soccer di puncak klasemen. Bina Taruna yang mengincar poin penuh harus puas berbagi angka dengan Salfas Soccer.

Tambahan 1 poin bagi masing-masing tim membuat jarak antara Salfas dan Bina Taruna masih terpaut 4 poin. Salfss mengoleksi 51 poin, sementara Bina Taruna 47 poin.

Laga antara Salfas Soccer menghadapi Bina Taruna di Stadion Gelanggang Olahraga Ciracas, Jakarta, berlangsung ketat sejak menit-menit awal. Kedua kesebelasan bermain hati-hari sembari mencari celah di pertahanan lawan.

Bina Taruna unggul lebih dulu berkat aksi Raka Cahyana Rizky. Setelah tertinggal, Salfas menggencarkan serangan. Sedangkan Bina taruna lebih banyak mengancam dengan mengandalkan serangan balik.

Meski terus menekan, pemain Salfas tak mampu menciptakan banyak peluang berbahaya. Pemain kunci Salfas, Rendy Apriyansyah tak dapat leluasa membagi bola ke pemain depan karena ditempel ketat gelandang Bina Taruna.

Upaya salfas untuk menyamakan kedudukan masih menemui jalan buntu. Hingga babak pertama berakhir, skor 0-1 untuk keunggulan Bina Taruna bertahan.

Di babak kedua, Muhammad Satria Putra mendapat kans menyamakan kedudukan. Setelah memenangi adu sprint dengan bek Bina Taruna, tembakan Satria masih dapat diblok kiper.

Upaya Salfas membuahkan hasil. Rendy yang mendapatkan bola muntah langsung melepaskan tembakan dari luar kotak penalti tanpa mampu dibendung kiper.

Zidan Romadona memperoleh peluang emas untuk mencetak gol. Berdiri tanpa kawalan di dalam kotak penalti, tapi tembakannya masih melambung tipis di atas mistar.

Peluang Zidan menjadi yang terakhir di laga ini. Hingga pertandingan berakhir, skor sama kuat 1-1.

Kendati kembali gagal mengejar Salfas, pelatih Bina Taruna Saut LB Tobing belum mau patah arang. Dengan 4 laga tersisa hingga liga berakhir, Saut merasa masih ada kesempatan untuk mengejar Salfas.

Menyadari Salfas unggul di lini tengah, pada pertandingan kali ini Saut sengaja mengubah formasi dari 4-3-3 menjadi 4-4-2. Tujuannya agar lini tengah Bina Taruna lebih bertaji dan mampu mengimbangi lini tengah Salfas.

“Di babak pertama saya instruksikan anak-anak untuk mengarahkan bola langsung ke pertahanan lawan. Taktik itu cukup berhasil,” ujar Saut.

Adapun kapten sekaligus bek Bina Taruna Qori Kautsar menyampaikan, timnya kurang fokus menjaga pergerakan Rendy. Ia mengaku tak terlalu puas dengan penampilan timnya yang kurang militan.

“Tadi itu terlalu fokus dengan bola, bukan ke pemain lawan. Sehingga Rendy punya ruang untuk menembak,” kata Qory.

Pelatih Salfas Soccer Irwan Salam mengatakan, timnya kebobolan gol cepat karena lamban bertransisi dari menyerang ke bertahan. Saat gol terjadi, sebagian besar pemain Salfas keluar dari area pertahanan.

Di babak kedua, Irwan menambah daya gedor tim dengan menambah gelandang dan pemain serang. Pergantian pemain itu cukup efektif menambah daya serang Salfas. Sedangkan, pemain pengganti Bina Taruna yang baru masuk belum mampu beradaptasi dengan atmosfer pertandingan.

“Kami banyak mengandalkan serangan dari sayap untuk dioptimalkan pemain depan. Selain itu, saya manfaatkan kelengahan pemain baru Bina Taruna yang baru masuk. Mesin mereka belum panas dan kami bisa curi gol,” kata Irwan.

BERITA TERKAIT
Komentar
Berita Populer